Seberapa Besar Planet Bumi?

Bumi adalah sebuah planet di Tata Surya, yang terletak di galaksi Bima Sakti. Bumi adalah salah satu dari delapan planet di Tata Surya, tetapi satu-satunya planet yang telah dikonfirmasi untuk mempertahankan kehidupan. Itu juga merupakan yang terbesar dari empat planet terestrial, yang lainnya adalah Mars, Merkurius, dan Venus. Untuk mengukur ukuran Bumi, para ilmuwan mempertimbangkan beberapa pengukuran berbeda seperti diameter planet, kepadatan, luas permukaan, dan ukuran relatif terhadap benda-benda lain dalam Tata Surya.

Sejarah Mengukur Ukuran Bumi

Para ilmuwan telah lama tertarik dengan konsep ukuran Bumi, dan beberapa ilmuwan telah mendedikasikan waktu yang signifikan untuk menentukan ukuran pastinya. Di Yunani Kuno, Pythagoras percaya bahwa Bumi itu bulat, dan teorinya mendapatkan daya tarik yang signifikan di antara para sarjana Yunani Kuno lainnya, yang paling menonjol adalah Aristoteles dan Archimedes. Perhitungan Aristoteles menunjukkan bahwa keliling Bumi kira-kira 400.000 stadia, yang menurut ukuran modern, bisa sekitar 39.250 dan 46.250 mil. Selain cendekiawan Yunani Kuno, cendekiawan Mesir seperti Eratosthenes juga berkontribusi pada praktik kuno pengukuran ukuran Bumi. Bagian terpenting dari perhitungan Eratosthenes adalah bahwa pengukurannya sangat dekat, dan sebenarnya hanya 0, 4% lebih tinggi dari angka-angka modern. Demikian pula, perhitungan matematika India kuno Aryabhata tentang diameter Bumi hanya 1% lebih kecil dari pengukuran modern.

Radius Bumi

Saat mempertimbangkan ukuran Bumi, jari-jari adalah pengukuran utama. Sejak Bumi berputar pada porosnya, kutub-kutubnya menjadi rata, dan karenanya wilayah di dekat garis khatulistiwa telah menggembung. Karena bentuknya yang unik di dekat kutub dan khatulistiwa, Bumi dianggap memiliki bola yang tidak sempurna, yang umumnya disebut sebagai spheroid oblate. Dengan bentuk yang unik ini, Bumi mungkin memiliki jari-jari yang berbeda tergantung pada titik mana ia diukur. Ketika diukur dari garis khatulistiwa, jari-jari Bumi, yang biasa disebut sebagai jari-jari khatulistiwa, adalah sekitar 3.963 mil. Ketika diukur dari salah satu kutub, jari-jari Bumi, yang biasa disebut sebagai jari-jari kutub, memiliki panjang sekitar 3.950 mil. Menurut standar yang disarankan oleh International Astronomical Union (IAU), jari-jari Bumi yang paling sering digunakan adalah jari-jari khatulistiwa, karena jari-jari kutub tidak mencakup seluruh luas wilayah bumi. Persatuan Internasional Geodesi dan Geofisika (IUGG) juga menyediakan beberapa pengukuran jari-jari bumi.

Luas Permukaan Bumi

Secara historis, luas permukaan Bumi telah menjadi salah satu masalah yang paling diperdebatkan di antara para sarjana. Masalah ini dihasilkan dari fakta bahwa para sarjana tidak dapat menyetujui bentuk persis Bumi, dan oleh karena itu formula yang tepat diperlukan untuk menghitung luas permukaannya. Faktor rumit lainnya dalam menghitung luas permukaan bumi adalah diameternya bervariasi dari satu bagian ke bagian lain. Akibatnya, untuk menghitung luas permukaan yang tepat, matematikawan telah mengembangkan formula spesifik yang telah menentukan bahwa luas permukaan bumi adalah sekitar 196.939.900 mil persegi.

Kepadatan Bumi

Kepadatan Bumi adalah sekitar 0, 1992 pon per inci kubik (pb / cu in). Karena Bumi terdiri dari banyak bahan, para ilmuwan memperoleh kerapatan rata-rata dari setiap objek di Bumi. Berdasarkan gambar ini, Bumi memiliki kerapatan tertinggi dari semua planet di Tata Surya, yang disebabkan oleh fenomena yang disebut kompresi gravitasi. Fenomena ini terjadi ketika gravitasi suatu planet bekerja pada benda-benda di dalam planet ini, mengurangi ukuran benda tersebut, dan kemudian meningkatkan kepadatannya dengan mengurangi volumenya. Jika kompresi gravitasi tidak diperhitungkan, Merkurius akan memiliki kepadatan tertinggi di planet mana pun di Tata Surya.

Volume Bumi

Karena Bumi berbentuk bulat, menghitung volumenya relatif sederhana. Jari-jari khatulistiwa paling umum digunakan untuk menghitung volume Bumi, agar tidak meninggalkan wilayah mana pun. Dengan menggunakan rumus matematika untuk menghitung volume bola, telah diperkirakan bahwa volume Bumi kira-kira 259 triliun mil kubik. Matematikawan juga telah mengembangkan bentuk yang lebih akurat untuk mengukur volume Bumi, yang mencakup penggunaan model ellipsoid referensi. Volume yang dihitung menggunakan model ini sangat akurat, dan mirip dengan nilai yang ditentukan oleh NASA.

Pentingnya Ukuran Bumi

Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa ukuran Bumi adalah salah satu alasan paling penting ia mampu mendukung kehidupan. Misalnya, ukuran Bumi secara dramatis memengaruhi jumlah gravitasi yang dialami di planet ini. Para ilmuwan percaya bahwa jika Bumi lebih kecil, jumlah gravitasi yang dialami di planet ini akan jauh lebih rendah, dan jika gravitasi lebih rendah, maka atmosfer akan pecah dan menghilang ke ruang angkasa. Tanpa atmosfer, kehidupan tidak akan ada di Bumi. Demikian pula, jika Bumi lebih besar, maka gaya gravitasinya akan secara signifikan lebih besar juga. Peningkatan besar dalam gaya gravitasi akan menghasilkan peningkatan jumlah berbagai gas beracun di atmosfer, dan gas beracun ini akan memusnahkan semua kehidupan di planet ini. Terlepas dari ukurannya, faktor-faktor lain yang berkontribusi pada kondisi optimal Bumi untuk kehidupan adalah jaraknya dari Matahari dan campuran gas-gas di atmosfernya.