Negara-negara Tempat Pernikahan Gay adalah Legal

Ketika pernikahan gay disahkan pada tahun 2015, Amerika Serikat menjadi salah satu dari 27 negara di seluruh dunia di mana pernikahan sesama jenis diakui secara hukum. Belanda adalah negara pertama yang secara resmi mengakui serikat pekerja ini pada tahun 2000 dengan Belgia dan Kanada segera sesudahnya. Negara-negara yang melegalkan pernikahan gay baru-baru ini adalah Malta, Jerman, dan Australia, yang semuanya mengesahkan undang-undang di mana pernikahan sesama jenis diakui secara formal.

Negara-negara Tempat Pernikahan Gay adalah Legal

Belanda

Belanda sering dicap sebagai negara perintis dalam memperjuangkan hak-hak orang LGBT. Bangsa Belanda mendapat pengakuan ini karena itu adalah negara pertama di dunia yang melegalkan pernikahan sesama jenis, dan dengan demikian, menetapkan preseden yang diikuti oleh puluhan negara lain di seluruh dunia. Sebuah gerakan yang memperjuangkan hak-hak gay di negara ini telah aktif sejak 1980-an sampai Parlemen Belanda menyerah dan membentuk komisi untuk menyelidiki masalah hak-hak gay pada 1995. Namun, legalisasi pernikahan sesama jenis di negara itu terjadi lima tahun kemudian, pada tahun 2000 setelah adopsi UU Perkawinan oleh badan legislatif.

Belgium

Belgia menjadikan pernikahan gay sebagai sah pada 2003 setelah bertahun-tahun melakukan lobi tanpa henti. Negara ini telah menyaksikan aktivisme pada akhir abad ke-20 dari pelobi yang berkampanye untuk melegalkan pernikahan gay dengan kampanye yang meningkat pada akhir 1990-an. Sebuah RUU diajukan ke Parlemen yang akan berperan dalam legalisasi pernikahan sesama jenis. Namun, RUU itu tidak ditujukan untuk mengatasi masalah pernikahan gay tetapi sebagai solusi untuk tingkat pernikahan yang rendah yang berlaku di negara ini. RUU itu disahkan di legislatif, dengan Raja mengumumkannya pada Februari 2003. Undang-undang itu masih akan menghadapi kritik dari penentang pernikahan gay yang memperjuangkannya di Mahkamah Konstitusi, tetapi pengadilan menegakkan legalitas hukum.

Kanada

Kanada melegalkan pernikahan sesama jenis pada Juli 2005, menjadi negara non-Eropa pertama yang mengakui pernikahan gay. Legalisasi pernikahan gay di negara itu adalah sebagai akibat dari diberlakukannya UU Perkawinan Sipil yang telah diperkenalkan ke House of Commons sebagai tagihan pada Februari 2005 oleh Perdana Menteri. Sebelum berlakunya Undang-Undang, sistem peradilan telah melegalkan pernikahan di beberapa wilayah dan provinsi Kanada termasuk British Columbia, Saskatchewan, Ontario, Manitoba, Quebec, Yukon, Nova Scotia, dan New Brunswick. Data yang diperoleh dari Sensus 2016 menunjukkan bahwa lebih dari 24.000 pernikahan sesama jenis telah dilakukan di negara itu sejak diberlakukannya undang-undang tersebut pada tahun 2005.

Reaksi Dari Gereja

Gereja, yang awalnya menentang pernikahan gay, perlahan-lahan memeluk serikat pekerja, meskipun dalam beberapa denominasi, dan dalam beberapa kasus bahkan telah mengizinkan jemaatnya untuk melakukan pernikahan. Sebuah contoh dapat dilihat di Belanda di mana denominasi Protestan utama di negara itu, Gereja Protestan telah menyetujui pernikahan gay sejak 2004.

Negara-negara Tempat Pernikahan Gay adalah Legal

PangkatNegaraTahun Pernikahan Gay Dilegalkan
1Belanda2000
2Belgium2003
3Kanada2005
4Spanyol2005
5Afrika Selatan2006
6Norway2008
7Swedia2009
8Argentina2010
9Islandia2010
10Portugal2010
11Denmark2012
12Brazil2013
13Inggris2013
14Wales2013
15Perancis2013
16Uruguay2013
17Selandia Baru2013
18Luksemburg2014
19Skotlandia2014
20Finlandia2015
21Tanah penggembalaan2015
22Irlandia2015
23Amerika Serikat2015
24Kolumbia2016
25Australia2017
26Jerman2017
27Malta2017