Negara-Negara dengan Kebanyakan Perempuan dalam Pemerintahan

Perempuan merupakan sekitar setengah dari populasi dunia. Terlepas dari kenyataan ini, perempuan kurang terwakili dalam pemerintahan di banyak negara. Tingkat partisipasi global perempuan di parlemen pada Januari 2017 adalah 23, 3%. Di sisi yang lebih cerah, negara-negara sedang menjajaki langkah-langkah untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pemerintahan di semua tingkatan dan perempuan semakin terpilih secara politis untuk menduduki posisi politik teratas seperti jabatan presiden. Uni Antar-Parlemen telah menyusun daftar negara-negara dengan persentase wanita terbanyak di Majelis Rendah pemerintahan. Berikut ini adalah negara-negara dengan jumlah wanita terbanyak dalam pemerintahan pada 1 Januari 2019.

Negara-Negara dengan Kebanyakan Perempuan dalam Pemerintahan

Rwanda: 61, 3%

Rwanda adalah negara berkembang. Dengan pemilihan negara 2008, Rwanda menjadi negara pertama yang memiliki mayoritas perempuan di legislatif. Meningkatnya jumlah wanita di legislatif didorong oleh konflik nasional, Rwanda Genocide, yang menewaskan 800.000 Tutsi dalam 100 hari. Setelah genosida, jumlah perempuan di legislatif naik dari 18% menjadi 56% pada 2008. Peningkatan kepemimpinan perempuan didorong oleh dua bagian legislatif: Konstitusi Rwanda (2003) yang mencakup kuota yang diamanatkan dari 30% kursi yang dipesan. untuk semua perempuan dalam legislatif dan Resolusi Dewan Keamanan tahun 1325 yang mendesak perempuan untuk berpartisipasi dalam rekonstruksi pasca konflik. Namun, Rwanda masih kurang memiliki kesetaraan gender yang spektakuler dalam aspek-aspek masyarakat lainnya.

Kuba: 53, 2%

Kuba menempati urutan kedua dengan 53, 2% kursi parlemen di Majelis Nasional Kuba yang dipegang oleh perempuan. Menurut konstitusi Kuba, perempuan dijamin kesempatan yang sama dengan laki-laki di semua bidang termasuk politik.

Bolivia: 53, 1%

Negara Amerika Latin ini memiliki jumlah perempuan tertinggi ketiga di pemerintahan. Bahkan, perempuan memegang mayoritas kursi parlemen Bolivia, dengan 53, 1% perempuan di Majelis Rendah. Bolivia telah membuat lompatan luar biasa dalam keterwakilan perempuan, naik dari 12% pada 2000 menjadi 53, 1% pada 2019. Berkat perubahan konstitusi 2010 dengan kuota gender wajib, perempuan harus menduduki setidaknya setengah dari semua posisi pemerintah terpilih.

Negara-negara lain dengan Perempuan dalam Pemerintahan

Negara-negara lain yang mampu mencapai paritas gender di Parlemen adalah Meksiko (48, 2%), Swedia (47, 3%), Grenada (46, 7%), Namibia (46, 2%), Kosta Rika (45, 6%), Nikaragua (44, 6%), dan Afrika Selatan (42, 7%). Sebaliknya, Amerika Serikat hanya memiliki 23, 5% wanita di Majelis Rendah. Bahkan negara-negara dengan kepala negara perempuan seperti Inggris dan Jerman berada pada peringkat yang cukup rendah masing-masing sebesar 32% dan 30, 9%.

Negara-Negara dengan Kebanyakan Perempuan dalam Pemerintahan

PangkatNegaraPersentase Wanita di Majelis Rendah (Sumber: IPU, 2019)
1Rwanda61, 3%
2Kuba

53, 2%

3Bolivia

53, 1%

4Meksiko

48, 2%

5Swedia

47, 3%

6Grenada

46, 7%

7Namibia

46, 2%

8Kosta Rika

45, 6%

9Nikaragua

44, 6%

10Afrika Selatan

42, 7%