Cheondoisme (Chondoisme): Keyakinan dan Asal-usul

Cheondoisme, juga dikenal sebagai Chondoisme, adalah gerakan keagamaan yang relatif muda yang muncul di Korea selama tahun 1900-an. Ini berakar pada gerakan Donghak 1860-an yang berfokus pada pembelajaran Timur sebagai cara memberontak terhadap pembelajaran Barat.

Para pengikut agama ini percaya bahwa semua kehidupan dihasilkan oleh Tuhan yang ada dalam segala hal. Kehadiran seperti Tuhan dalam semua makhluk hidup ini juga dibandingkan dengan Surga, yang tertinggi dalam kebaikan. Teks suci disebut Great Sacred Scripture dan berisi perintah-perintah dalam kata Hanulnim (Surga Guru dalam semua makhluk hidup). Pengikut percaya bahwa meningkatkan diri, membawa seseorang lebih dekat ke Surga dan bahwa keberadaan duniawi ini dapat dikonversi menjadi surga. Agama ini, dari waktu ke waktu, mengadopsi beberapa ide sentral dari Taoisme, Budha, dan Kristen.

Kehadiran Global dan Praktisi Terkemuka

Pengikut penting dari agama ini termasuk Jeon Bongjun, pendiri gerakan Donghak. Dia membantu mengorganisir petani di akhir 1800-an untuk memberontak melawan pajak tinggi dan untuk mengambil properti yang telah diambil dengan klaim yang tidak berdasar. Son Byong-Hi adalah anggota penting lainnya dalam Cheondoisme. Dia bergabung dengan gerakan Donghak di masa mudanya dan kemudian menjadi komandan Revolusi Petani Donghak. Selain itu, ia menyatukan beberapa agama bersama selama penjajahan Jepang untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Sebagian besar pengikutnya berada di Korea Utara dan Selatan. Diperkirakan ada 1, 13 juta pengikut di Korea Selatan dengan sekitar 280 gereja untuk hadir dan sebanyak 2, 8 juta di Korea Utara.

Perkembangan dan Penyebaran Iman

Iman ini dapat menyebar ke seluruh Semenanjung Korea karena hubungannya dengan pemberontakan petani. Orang-orang keturunan pribumi lelah ditindas oleh orang luar (Jepang dan Kristen). Bergabung dengan gerakan Donghak dipandang sebagai solusi untuk masalah mereka. Ketika Cheondoisme kemudian didirikan, para pengikutnya menemukan komunitas dalam keinginan bersama mereka untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.