Apa itu Gletser Batu?

Gletser batu adalah bentuklahan geomorfologis yang terdiri dari pecahan batu yang bergerak perlahan menuruni gunung akibat gravitasi. Ini dapat terdiri dari massa es yang ditutupi dengan puing-puing batu atau massa batu dengan es interstitial. Gletser batu terkadang memanjang ke luar dan ke bawah dari gletser atau talus kerucut. Tidak seperti gletser es, gletser batu memiliki es yang sangat sedikit terlihat di permukaan. Gerakan yang lambat juga membantu menyembunyikan identitas gletser batu. Bahan batu sering dari dinding lembah. Gletser batu mungkin sedalam 100 kaki dan panjangnya hingga 1 mil. Ada dua jenis gletser batu: gletser batu glasial dan gletser periglacial.

Formasi Gletser Batu

Gletser batu dapat terbentuk dalam beberapa cara. Beberapa terbentuk oleh gletser es yang mencair yang ditutupi oleh tanah longsor atau hanya karena buang-buang gletser es yang mengandung puing-puing es. Gletser batu terbentuk ketika es gletser yang bergerak lambat ditutupi dengan puing-puing atau ketika tanah beku merayap ke bawah. Ada dua kondisi penting yang diperlukan untuk membentuk gletser batu: lapisan es dan kecepatan es yang rendah. Ketika gletser yang tertutup puing surut, gletser batu glasial terbentuk. Ketika gletser menyusut, mereka mengambil puing-puing, dan es gletser akhirnya diganti dengan batu es. Untuk membentuk gletser batu periglacial, permafrost diperlukan sebagai pengganti es gletser.

Bagaimana Rock Glaciers Tumbuh dan Menyusut

Gletser batuan terbentuk dari presipitasi, limpasan, dan debit musim semi. Massa es batu tumbuh dari talus yang jatuh dari dinding lembah dan tanah longsor. Ketika matahari memanaskan permukaan gletser batu, es atau salju di permukaan mencair dan bergerak ke bawah ke gletser, membawa lumpur dan puing-puing batu halus. Salju, air, dan es dapat hilang dari gletser batu melalui proses ablasi atau limpasan. Dengan demikian, permukaan gletser batu sering ditutupi dengan batu-batu besar bersudut dengan berbagai ukuran.

Gerakan

Pergerakan gletser batu menuruni gunung disebabkan oleh deformasi es yang terkandung dalam batu, yang menyebabkan permukaan menyerupai gletser. Gletser batu dapat bergerak hingga 3 kilometer. Gletser batu bergerak atau merayap dengan kecepatan lambat, dan kecepatannya tergantung pada jumlah es yang ada. Perubahan iklim, terutama peningkatan suhu, dapat mempengaruhi pergerakan dan dinamika gletser batu. Perubahan jangka pendek dalam kecepatan dan laju pergerakan adalah hasil dari variasi suhu.

Penggunaan dan Bahaya

Gletser batu adalah sumber air bagi banyak bagian Chili. Andes Chili memiliki banyak gletser batu yang memasok air ke Santiago, yang merupakan ibu kota Chili. Namun, aktivitas penambangan yang sedang berlangsung di pegunungan tinggi telah menyebabkan degradasi dua gletser batu. Gletser batu juga bisa menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi, seperti gletser Yellowstone, yang telah terbentuk di sepanjang Mt. Jejak Holmes di Taman Nasional Yellowstone. Namun, gletser batu yang ditutupi dengan batu besar bisa berbahaya, karena batu yang lepas bisa goyah.