Apa Ibukota Nepal?

Apa Ibukota Nepal?

Ibu kota Nepal adalah Kathmandu, dan juga kota terbesar di negara itu, terletak di Situs Warisan Dunia Lembah Kathmandu. Sejarah Kathmandu yang tak terpisahkan dari lembah Kathmandu berawal dari zaman kuno. Eksplorasi arkeologis telah menunjukkan bahwa kota itu dilacak ke periode antara 167 SM dan 1 M, dengan temuan tertua adalah patung di Maligaon yang berasal dari 185 Masehi. Kathmandu terletak di wilayah berbukit dekat pertemuan Baghmati dan Sungai Vishnumati. Kathmandu berdiri di ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut di Lembah Kathmandu yang berbentuk mangkuk di Nepal tengah.

Sejarah Ibukota Nepal

Kathmandu didirikan pada tahun 723 oleh Raja Gunakamadeva. Kota ini berada di bawah Dinasti Malla dari abad ke-12 hingga abad ke-17 dan jatuh di bawah Kerajaan Gurkha pada tahun 1768. Dalam beberapa tahun terakhir, Kathmandu telah mengalami konflik dalam ketidakstabilan politik dan menimbulkan kekerasan dan protes yang sering membawa kerusakan besar pada bangunan. atau menyebabkan hilangnya nyawa. Misalnya pada tahun 2004 gerombolan sekitar 4000 orang menyatakan kemarahan mereka atas pembunuhan 12 pencari kerja Nepal di Irak dan membakar lusinan bangunan termasuk Masjid Masjid di kota itu. Pada 2008, Kathmandu menjadi berita utama ketika protes politik mengalah dan protes politik telah menjangkiti kota itu sejak saat itu.

Peran Ibukota Nepal

Nepal adalah salah satu negara termiskin di dunia dan paling sedikit berkembang dengan hampir 1/3 dari populasi yang hidup di bawah tingkat kemiskinan. Di Nepal, Pertanian adalah tulang punggung ekonomi di negara itu yang menyediakan mata pencaharian bagi 3/4 populasi dan menyumbang sekitar 38% dari PDB negara itu. Kathmandu juga menampung sebagian besar kantor pemerintah, organisasi asing, kedutaan besar, bank. Kota ini juga merupakan markas Asosiasi Kerjasama Regional Asia Selatan (SAARC). Kathmandu telah menjadi pusat bisnis paling signifikan di Nepal, dan pada tahun 1970-an, ada ekspansi besar-besaran dari sistem transportasi yang meliputi pembangunan jalan baru dan layanan udara yang menjadikan kota ini sebagai pusat sistem transportasi Nasional. Bandara Internasional Tribhuvan terletak beberapa kilometer dari pusat kota, menawarkan penerbangan lokal dan internasional. Kota ini mengekspor kerajinan tangan, karya seni, dan kertas. Selain itu, pariwisata adalah salah satu penghasilan utama yang menghasilkan aktivitas di kota.

Demografi Ibukota Nepal

Kathmandu memiliki berbagai kelompok budaya, etnis, bahasa, agama, dan ras. Newar adalah kelompok etnis terbesar yang terdiri dari 30% dari populasi, diikuti oleh Mtawali dengan 25%, para Brahmana Khas sebesar 20%, dan Chettris pada 18, 5% dari populasi. Banyak permukiman kuno di Kathmandu memiliki festival jalanan khusus, dan mereka mengikuti pengamatan astronomi. Contoh yang baik adalah Makar Sankranti, sebuah festival yang didasarkan pada kalender matahari. Orang-orang merayakan dengan berenang di Sungai Gangga atau sungai lain selama festival ini. Kota ini memiliki populasi sekitar 985.000 pada tahun 2015. Kota ini memiliki kepadatan penduduk 20.288 orang per kilometer persegi. Kathmandu menyumbang 1/12 dari total populasi di Nepal.

Prospek Masa Depan Ibukota Nepal

Sebagai ibu kota Nepal, Kathmandu menghadapi tantangan yang sama dengan yang dihadapi negara itu. Kekhawatiran keamanan terkait dengan konflik Maois telah menyebabkan penurunan pariwisata yang merupakan sumber pendapatan utama di negara itu. Ekonomi kecil, keterbelakangan teknologi, kerentanan terhadap bencana alam, dan lokasi geografis yang terkurung daratan dapat menghambat pertumbuhan kota dan negara yang cepat.